Semangat Turun & Bangkit Kembali
Rabu, 1 Maret
Lagi,
lagi, dan lagi. Apa melalui ini lagi Kau sadarkan aku akan kebenaran yang nyata
wahai Tuhanku? Rasanya seperti ada yang mengganjal ketika aku mengetahui
sesuatu yang membuatku menjadi lebih ragu, semakin ragu. Keberadaanku.
Kebenaran tentang keberadaanku. Keraguan tentang keberadaanku. Gila macam apa
lagi ini!? Aku ragu dengan keberadaanku, padahal aku ada, aku nyata. Aku
kembali berpikir, apa pentingnya keberadaanku di sini? Sebegitu pentingkah
hingga ada dan tiadanya aku tak berpengaruh apapun di dunia ini. Penting dari
mana? Brak!!!!! Bless me Yaa Allah. Tuhan kembali menyadarkanku akan
keberadaanku, menghapus keraguanku, dan memberikan keyakinan di hatiku, bahwa
aku benar-benar ada untuk sesuatu. Dan Dia kembali meyakinkanku bahwa sesuatu
itu adalah hal yang akan membawa bangsa ini menjadi jauh lebih baik. Memang
terkadang aku merasa ada yang hilang dari diriku, aku benar-benar merasakan dan
menyadarinya, lalu aku mengerti bahwasanya sesuatu yang hilang itu adalah sifat
pesimisku. Terkadang aku pesimis terhadap sesuatu yang aku harapkan, tetapi aku
selalu memikirkan dan memfokuskan pikiranku pada hal yang aku harapkan itu. Dan
terlepas dari aku menganggap ini ajaib atau bagaimana, hal itu pun terjadi,
selalu terjadi. Dan melalui inilah aku disadarkan oleh Tuhan. “Allah sesuai
dengan prasangka hamba-Nya.”
Mungkin
semangatku di hari pertama masuk kuliah dulu tidak sama dengan hari pertama
masuk kuliah di semester dua. Namun aku tak berhenti di sini begitu saja,
membiarkan semangatku memudar begitu saja. Tentu aku mamacunya, membakarnya
kembali dengan barbagai motivasi yang mendongkrak diriku. Bagiku, hanyalah
FOKUS! Hanya dengan fokus, semua yang aku harapkan akan tercapai. Dan semangat
itu perlahan terbakar meski tidak berkobar-kobar seperti awal kali. Namun aku
kembali bersyukur, memantapkan kembali tekadku, meluruskan kembali niatku untuk
menjalani semua ini. Aku anggap yang aku jalani ini adalah suatu cobaan
sekaligus nikmat yang harus disyukuri. Ada satu hal lagi yang paling membuatku
terpacu dalam memperjuangkan masa depanku, yaitu mereka. “Jika suatu ketika
kamu merasa lelah dan ingin segera menyudahi perjuanganmu, maka ingatlah bahwa
ada dua orang yang begitu menggantungkan harapan mereka di pundakmu,”
begitulah aku menyugesti diri sendiri. Setidaknya jika aku merasa aku sudah tak
penting untuk ada, merekalah yang menjadi alasanku agar aku tak mengakhirinya,
karena kebahagiaan mereka adalah aku. Aku begitu ingin melihat senyuman
simetris di kedua sudut bibir mereka, dan..... Aiih! Air mataku terjatuh lagi.
Mereka berdua..........!
Komentar
Posting Komentar